ISLAM dan TERORISME

07.41


ISLAM dan TERORISME
sumber: http://ballandalus.files.wordpress.com
Di tengah-tengah gemerlapnya kehidupan duniawi yang begitu banyak godaan dan tipu daya setan yang dapat melepaskan seorang muslim dari agamanya secara sadar atau tidak tidak sadar. Kecintaan manusia kepada materi mengalahkan cintanya kepada Allah SWT. Banyak orang terlena gara-gara harta. Banyak tindak kejahatan yang muncul gara-gara seseorang beranggapan bahwa amat sangat pentingnya harta yang harus mereka miliki di dunia dengan berbagi macam cara untuk mendapatkannya. Semakin banyak orang berpendapat seperti itu, maka semakin banyak pula tindak kejahatn yang muncul di dunia ini salah satunya contohnya yaitu aksi terorisme.

            Namun, tidak sedikit pula orang yang salah bahwa terorisme itu adalah bagian dari jihad. Padahal jihad dan terorisme itu memiliki arti yang berbeda. Terorisme timbul karena permasalahan kekuasaan yang bersifat duniawi, sedangkan jihad lebih mengarah pada penegakkan agama islam dalam jalan Allah SWT. Tidak sedikit pula orang-orang awam yang berfikir suatu tindakan terorisme itu merupakan salah satu bentuk jihad dijalan Allah SWT, tetapi pada makna atau pemahaman yang sebenarnya kedua istilah tersebut memiliki arti yang sangat berbeda dan saling tolak belakang satu dengan yang yang lain. 

Dari berbagi macam pemikiran antara terorisme dengan jihad tersebut, dikesempatan kali ini akan sedikit memberi pengertian terorisme dan jihad, tanggapan tentang teroris dan jihad, serta pendapat-pendapat lainnya yang menyangkut tentang masalah tersebut. Aksi terorisme tidak sama dengan jihad yang selama ini difikirkan oleh banyak masyarakat. Terorisme dan jihad masing-masing memiliki pengertian yang berbeda sekali, namun masih banyak orang yang tidak mengetahui perbedaannya secara pasti dan masih menganggap jika kedua istilah tersebut mempunyai kesamaan. Sebenarnya kedua istilah tersebut sangatlah beda.

Kata terorisme memiliki pengertian yang bervariasi jika dipandang dari sudut pandang satu dengan yang yang lain. Dari pengertian kata terorisme yan pertama, terorisme adalah serangan-serangan yang sudah tersusun secara terstruktur sangat baik yang bertujuan menimbulkan perasaan kacau terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, terorisme tidak patuh  pada tata cara peperangan, seperti waktu pelaksanaannya yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak dan bermacam-macam sesuai apa yang sudah direncanakan sebekumnya, tetapi seringkali yang menjadi sasaran utama aksi terorisme merupakan warga sipil ataupun instansi-instansi pemerintahan. 

Aksi terorisme mempunyai tujuan untuk membuat semua orang merasa ketakutan sehingga dengan demikian dapat menarik perhatian orang, kelompok, bahkan hingga pemerintah. Biasanya perbuatan teror digunakan apabila tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk melaksanakan suatu keinginan. Aksi terorisme ditimbulkan untuk menciptakan suasana panik, resah, kacau, serta menciptakan ketidak percayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah untuk menindak lanjuti masalah teror tersebut, sehingga memaksa masyarakat untuk mentaati kehendak dari pelaku aksi teror tersebut. Terorisme tidak ditujukan langsung kepada lawan, akan tetapi perbuatan teror justru dilakukan dimana saja dan terhadap siapa saja yang ingin dikehendakinya.

Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang pemerintahan aksi terorisme didefinisikan sebagai berikut, terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban serta merupakan salah satu ancaman serius terhadap kedaulatan setiap negara, karena terorisme sudah merupakan kejahatan yang bersifat internasional yang menimbulkan bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat sehingga perlu dilakukan pemberantasan secara berencana dan berkesinambungan sehingga hak asasi orang banyak dapat dilindungi dan dijunjung tinggi (UU NO.2 TAHUN 2002). Lain tindakan juga lain pengertian yang dikandungnya. 

Lain halnya terorisme dengan jihad. Jihad memiliki pengertian yang berbeda pula dengan tindak terorisme. Jihad merupakan segala bentuk usaha maksimal untuk penerapan agama Islam dan pemberantasan kedzaliman serta kejahatan yang muncul, baik terhadap diri sendiri maupun dalam masyarakat. Menurut pendapat yang diutarakan salah satu ahli dalam agama islam jihad adalah mengerahkan segala upaya demi mencapai kebenaran yang diinginkan. 

Pelaku teror seperti saat seringkali mengeluarkan pernyataan dan tuntutan. Mereka ingin menarik perhatian masyarakat luas dan memanfaatkan media massa untuk menyuarakan pesan perjuangannya. Namun, belakangan ini para pelaku teroris semakin membutuhkan dana besar dalam kegiatan teror globalnya, sehingga mereka tidak suka mengklaim tindakannya, agar dapat melakukan upaya mengumpulkan dana besar bagi kegiatannya. Seperti halnya sekelompok teroris yang berada di timur tengah yaitu ISIS ( Islamic State of Iraq and Syria ). Kelompok teroris ini mengatakan bahwa dirinya melakukan jihad untuk memberantas kezaliman, kekerasan, dan lain-lain. Tapi apa dalam kenyataannya, kelompok ini sangat bertolak belakang dengan apa yang telah dilakukannya saat ini. ISIS menebar ancaman dimana-mana, melakukan kekerasan di segala tempat, melakukan tindak pemerasan terhadap siapapun demi mendapatkan uang banyak untuk melakukan tindakan terornya. 

Dengan apa yang telah dilakukan oleh ISIS tersebut memicu tindak peperangan dari berbagai pihak manapun, karena perbuatan ISIS sangat meresahkan semua masyarakat baik itu lokal maupun internasional. Bukan stu atau dua negara yang ingin menghentikan tindakan yang telah ditimbulkan oleh ISIS selama ini, melainkan sudah banyak negara yang tergabung untuk memberantas aksi teror yang telah dibuat oleh sekelompok terorir yaitu ISIS. Perbuatan yang dilakukan oleh ISIS tersebut sangatlah bertolak belakang dengan aksi jihad. Padahal di dalam islam telah dijelaskan sebuah tindakan jihad tidak menimbulkan keresahan, kekerasan, kezaliman, melainkan tindakan jihad di jalan Allah SWT membawa makna yang sangat positif bagi semua manusia, jihad membawa sebuah perdamaian manusia, kasih sayang terhadap semua mahluk ciptaan Allah SWT yang sudah dijelaskan dalam firman-firman Allah SWT. Beberapa macam firman- firman Allah SWT yang menyatakan tentang jihad, salah satunya adalah “Sesungguhnya Allah telah (berjanji untuk) membeli dari orang-orang mukmin, jiwa dan harta mereka dengan (menganugerahkan) surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah.

 Mereka membunuh dan dibunuh. (Itu telah menjadi) janji atas diri-Nya (sehingga) menjadi janji yang benar, (yang tertulis) di Taurat, Injil, dan Al-Quran. Siapakah  yang lebih menepati janji selain Allah?? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu! Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 111). Surat At-Taubah menjelaskan apa itu jihad beserta manfaatnya dan jelas perbuatan yang dilakukan oleh ISIS sangat bertentangan sekali dengan makna dan tindakan jihad yang selama ini telah dilakukannya. “Kehidupan sosial politik yang timpang menimbulkan frustasi dan keputusasaan, yang mendorong orang menjadi agresif dan melakukan teror. Tidak sedikit yang menggunakan teror sebagai senjata perjuangan untuk mengejar tujuan politik. Tidak jarang tindakan terorisme dilakukan kaum fanatik atau militan yang bersifat religius. Kaum ateis dan komunis melancarkan teror untuk menghancurkan agama yang dianggap sebagai kekuatan penghambat dalm mengejar cita-citanya (Bangun, Rikard. Teroris Serang Islam. Bandung : Pustaka Hidayah. 2001. Hlm 33-35)”. Fenomena terorisme bertambah menarik karena semula muncul dari kondisi sosial-kultur tertentu, tetapi berkembang pula dimensi internasionalnya. Upaya terpadu komunitas internasional diperlukan untuk memperkecil ruang gerak kaum teroris yang sering bergerak lebih lincah dan licik ketimbang aparat keamanan.

Artikel Terkait

First